Real Madrid didaulat menjadi Klub Terbaik di abad ke-20 karena satu alasan. Tim ini telah memboyong sembilan kali Europaean Cup dan 31 titel liga berkat penampilan seperti yang mereka tunjukkan malam ini di Nou Camp. Tim menampilkan permainan sepakbola yang sangat berkelas melawan Barcelona dan kian dekat menggenggam gelar juara liga.
Susunan pemain sama seperti yang ditampilkan di laga lawan Bayern Muenchen. Anak-anak Mourinho memberi tekanan di garis serang dan mencari celah guna melakukan serangan balik melalui Di Maria dan Ronaldo. Mereka mempunyai peluang pertama di menit keempat ketika sundulan striker Portugal tersebut meneruskan tendangan penjuru Mesut Ozil memaksa kiper Valdes membuat penyelamatan.
Valdes menepis tendangan Benzema di menit ke-10 dan Barcelona mulai mengambil alih jalannya penguasaan bola, namun tak satu pun yang mampu mengkreasi ancaman yang berarti. Tendangan penjuru yang dilakukan Ozil di menit ke-17 menghasilkan gol pertama bagi tuan rumah; Pepe mencoba menyundulnya dan Valdes gagal menangkap bola dengan sempurna, walhasil bola jatuh ke kaki Puyol, namun bek veteran itu pun gagal menghalaunya, kesempatan yang dimanfaatkan Khedira untuk mencetak gol pembuka.
Barcelona meningkatkan tempo permainan dan Real dipaksa lebih bertahan, Xabi Alonso, utamanya, tampil solid saat bertahan guna membantu Coentrao. Peluang terbaik Barcelona datang ketika umpan Messi tertuju pada Xavi, namun tembakannya berbelok setelah mengenai badan Casillas. Anak-anak Guardiola mulai terburu-buru dan kurang mampu membuat ancaman berkat solidnya pertahanan Madrid.
Seusai turun minum tidak ada pergantian pemain dari kedua tim. Barcelona tahu benar gagal meraih kemenangan bakal praktis menyerahkan gelar kepada Real Madrid yang bermain lebih tenang. Tuan rumah memainkan sepakbola sentuhan guna mencari gol balasan dan Tello membuang peluang di menit ke-57. Kemelut di kotak penalti Madrid berakhir dengan sontekan Alexis yeng mendorong bola ke dalam gawang dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Publik Camp Nou bergemuruh, namun Real Madrid tak gentar, lalu dua menit kemudian lewat aksi spektakuler Cristiano Ronaldo mengelabui Valdes untuk mencetak gol kemenangan.
Gol Ronaldo benar-benar memukul tim tuan rumah yang kemudian gagal bereaksi. Mourinho memasukkan Granero menggantikan Di Maria, strategi yang membantu tim menjaga penguasaan bola dan memainkannya selama mungkin. Seiring dengan berlalunya waktu Real Madrid kian percaya diri. Menjelmanya Madrid menjadi raja di Camp Nou membuat publik takjub.














