Real Madrid memastikan diri meraih tiket semifinal Liga Champions setelah memetik kemenangan impresif 5-2 atas APOEL Nicosia di Santiago Bernabeu. Si Putih bakal bertemu musuh lama di ajang Liga Champions, Bayern Muenchen, guna memperebutkan satu tempat di babak final.
Meskipun telah unggul 3-0 di leg pertama, malam ini Jose Mourinho menurunkan starting line-up yang cukup kuat, dimana Sahin dipasang di lini tengah dan Varane berduet dengan Pepe di jantung pertahanan.
Sejak awal, Si Putih mendominasi jalannya pertandingan, sementara APOEL memilih bertahan dan menunggu sampai datang serangan di setengah lapangan mereka. Hanya dua menit berselang dari kick-off Higuain mendapat peluang dan dua menit kemudian tembakan Ronaldo dapat dihalau Pardo.
Striker Portugal tersebut membuka pundi-pundi gol Madrid setelah menyelesaikan umpan silang Marcelo dengan lutut kaki kanannya di menit ke-26. Kuatnya tekanan Madrid membuat APOEL jarang mengancam gawang Casillas. Di menit ke-36, Kaka mencetak gol kedua melalui tendangan luar biasa dari luar kotak penalti. Bola mendarat di pojok kanan atas gawang Pardo. Madrid terus mendominasi pertandingan sampai tiba masa jeda. Skor 2-0.
Di awal babak kedua, Callejon diturunkan menggantikan Marcelo dan di menit ke-53 giliran Di Maria yang masuk menggantikan Higuain. Albiol masuk lapangan menggantikan Granero, dan beberapa menit kemudian, tepatnya di menit ke-65, APOEL mampu memperkecil ketinggalan menjadi 1-2 lewat gol indah Gustavo Manduca yang mengelabui Casillas.
Di menit ke-74, Cristiano Ronaldo menyurutkan semangat APOEL lewat gol dari tendangan bebasnya yang mengagumkan, gol kedelapan yang dicetaknya di ajang Liga Champions. Skor 3-1. Gol tersebut menjadi momen menentukan laga tersebut mengingat sesudahnya pertandingan berjalan dengan ‘gila’.
Callejon mencetak gol keempat Madrid di menit ke-78 melalui tembakan mendatar dan dua menit kemudian Solari mencetak gol kedua APOEL lewat eksekusi dari titik putih penalti. Di menit ke-84, Di Maria memastikan kemenangan Madrid lewat gol yang diciptakannya dengan cara tembakan lob yang membuat kiper Pardo mati














